Thursday, September 27, 2018

Naila Novaranti si Wanita Penakluk Angkasa

Bicara berolahraga dirgantara terutamanya terjun payung, nama Naila Novaranti mungkin telah tidak asing lagi. Wanita kelahiran Jakarta 1981 ini diketahui menjadi atlet terjun payung dunia, sekaligus juga instruktur profesional terjun payung dunia yang melatih beberapa penerjun payung baik dari kelompok militer ataupun sipil di 46 negara dalam dunia.

Dalam perjalanan hidupnya, mungkin Naila tidak sempat menyangka sukses jadi seseorang penerjun payung. Sebelum jadi penerjun payung, Naila profesinya menjadi sekertaris serta marketing dalam suatu perusahaan parasut terjun payung asal Amerika.

Baca Juga : Kapal Jakarta Makassar dan Harga Tiket Kapal Jakarta Makassar

Bermula dari coba-coba produk parasut untuk terjun payung, Naila sekarang jadi srikandi Indonesia yang dapat menaklukan angkasa. "Tahun 2001 saya bekerja di perusahaan dengan jabatan menjadi seseorang sekretaris. Lantas terasa kurang ada rintangan, saya pada akhirnya akan memutus pergi serta pilih pekerjaan menjadi marketing di perusahaan parasut terjun payung di Amerika.

Tahun 2009 pada akhirnya akan memutus coba terjun payung, walau waktu itu saya cuma tandem dengan seseorang penerjun profesional. Dari sana, saya akan memutus untuk turut pelatihan serta mengawali karir penerjun," papar Naila waktu terlibat perbincangan dengan Beritasatu.com di lokasi Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/9).

Naila mengakui menjadi penerjun profesional bukan bermakna bebas dari perasaan takut. Sampai sekarang ini, Naila masih tetap terasa takut yang mengagumkan waktu terjun. Bahkan juga karena berolahraga ekstrim ini, Naila seringkali mendapatkan cedera seperti patah kaki, patah rusuk, patah tulang ekor, serta pergelangan tangan patah.

Baca Juga : Jadwal Kapal Jakarta Makassar dan Kapal Jakarta Pontianak

"Jika di tanya apa saya takut, itu tentu. Akan tetapi kemauan saya untuk maju dapat menantang perasaan takut itu, walau saya ketahui kemungkinan besar tetap menghambat waktu ada di angkasa untuk terjun payung. Tapi saya bersukur pada Allah, keluarga tidak sempat melarang saya untuk terjun payung," ceritanya.

Berolahraga mahal, Buat Naila, keputusannya menjadi atlet serta penerjun profesional tidak cuma masalah menangani ketakutan saja. Ada perihal positif dari berolahraga itu, yaitu pandangan orang mengenai penerjun payung ialah berolahraga mahal. Memang untuk menekuni bagian ini diperlukan cost yang besar.

"Untuk satu paket 10 kali terjun itu biayanya cukup mahal kurang lebih Rp 25-30 juta. Sedang jika ingin tandem dapat lima juta-an. Itu baru dari cost terjun, untuk cost perlengkapan seperti parasutnya, helm, serta beberapa peralatan yang lain angkanya dapat seperti harga satu mobil SUV baru. Itu yang mengakibatkan berolahraga ini diketahui menjadi berolahraga mahal," tutur Naila.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Jakarta Pontianak dengan Jadwal Kapal Jakarta Pontianak

Tidak cuma itu, perizinan untuk terjun juga sulit karena di Indonesia rata-rata terjun payung itu dengan pihak militer. Belum juga diskriminasi pada penerjun wanita membuat langkah Naila terganggu. "Untung semua telah dilewati. Saat ini saya diakui melatih beberapa penerjun pemula di 46 negara sampai penerjun dari kelompok TNI serta Polri, itu yang pantas saya syukuri," tegasnya.


No comments:

Post a Comment