Sesudah insiden penembakan di Perairan Desa Tue-tue Kecamatan Laonti, Kapal Tongkang PT GMS menjauhi lokasi itu. Kapal tongkang yang berisi empat unit alat berat itu, tidak jadi masuk serta turunkan alat berat di Desa Tue-tue.
Kapal lalu segera menuju ke Kelurahan Mata Kecamatan Kendari, Kota Kendari Minggu (14/1/2018). Di tempat yang berjarak sekitaran 50 mil laut dari Desa Tue-Tue, kapal tongkang itu membongkar beberapa alat berat yang batal dibawa ke Desa Tue-Tue karna dihadang nelayan.
" Kapal tongkang yang dihadang warga tempo hari, telah membongkar alat berat di Kelurahan Mata, tak ada kegiatan hingga perusahan ada buat kesepakatan dengan warga, " tutur Yamal, tokoh orang-orang Desa Tue-Tue, Senin (15/1/2018).
Terlebih dulu, beberapa ratus warga di Desa Tue-Tue Kabupaten Konawe Selatan menyingkirkan satu kapal tongkang dengan dua Speedboat yang dikawal anggota TNI serta Polri. Warga menampik perusahan nikel itu masuk di lahan warga seluas 1. 005 hektar untuk lakukan eksplorasi.
Waktu pengadangan, berlangsung kericuhan pada warga serta pihak perusahaan yang dikawal polisi. Beberapa ratus nelayan ini, menghambat kapal tongkang pemuat alat berat yang akan turunkan alat berat di Desa itu.
Baca Juga : Harga Tiket Kapal Tilongkabila
Nelayan yang geram, pernah berupaya membakar kapal tongkang dengan melempari bom molotov. Kapal pernah terbakar tetapi sukses dipadamkan.
" Kami larang perusahaan masuk ke lokasi kami karna belum juga terang apa yang juga akan kami terima dari mereka. Bila lahan kami dirusak, kami kelak ingin lari mencari hidup ke mana? " Tutur Arfah, satu diantara warga desa.
Tertembaknya Sarman (35) nelayan asal Desa Tue-Tue oleh anggota polisi, disikapi Ridwan Bae, anggota DPR RI asal Sulawesi Tenggara. Ridwan menyebutkan semestinya aparat melindungi serta mengawal rakyat.
" Bukannya membela entrepreneur. Hingga, bila ada anggota Polda atau TNI yang ikut serta, Kapolda atau Danrem bahkan juga Lanal mesti ambil aksi sesuai sama undang undang serta ketentuan yang berlaku, " tutur Ridwan Bae.
Baca Juga : Harga Tiket Kapal Bukit Siguntang
Dikatakannya, pihaknya juga akan ambil langkah konkrit dengan buat surat resmi ke Komisi III serta Komisi VII DPR RI berkaitan persoalan hukum serta pertambangan di lokasi itu.
Pihaknya mengharapkan, tidak bisa sekali lagi berlangsung di Sulawesi Tenggara beberapa hal sesuai sama itu. Pihaknya juga memohon pada Kapolda Sultra supaya selekasnya mencari oknum aktor penembakan.
" Rakyat perlu sejahtera, bukanlah penembakan sesuai sama itu. Sangat banyak tambang di lokasi Sultra, jangan pernah telah tak ada jalan untuk menambang, entrepreneur memakai aparat untuk menembaki warga, itu tidak bisa berlangsung sekali lagi, " katanya.
No comments:
Post a Comment