Tubuh Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pastikan skema integrasi ticket elektronik antarmoda transportasi sekarang ini telah sudah mulai beroperasi. Direncanakan, tahun ini semua telah direalisasikan integrasi antarmoda transportasi di Jabodetabek.
Dengan demikian, pemakai transportasi massal cuma memakai satu kartu elektronik untuk terhubung beberapa moda transportasi massal seperti kereta rel listrik (KRL), bus Transjakarta, sampai bus Transjabodetabek. Dengan skema terintegrasi ini, pemakai transportasi massal cukuplah membawa satu kartu elektronik dari bank seperti e-Money, Brizzi, dan lain-lain.
Baca Juga : KA Logawa dan Harga Tiket KA Logawa
"BPTJ telah membuat MoU (nota kesepakatan) pada semua operator untuk bangun ticket transportasi yang terintegrasi," tutur Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, Senin (30/7).
Sekarang ini, katanya, semua moda transportasi massal seperti KRL, bus Transjakarta atau bus Transjabodetabek telah bisa memakai satu kartu elektronik yang sama. "Menjadi, terintegrasi tidak cuma infrastrukturnya saja, tetapi juga skema e-ticketing. Dengan satu kartu elektronik, kita dapat pakai moda transportasi yang lain," katanya.
Spesial untuk pemakai Kartu Multi-Trip (KMT) KRL Jabodetabek, belumlah bisa dipakai digunakan untuk terhubung moda transportasi seperti bus Transjakarta atau bus Transjabodetabek. "Tujuan tahun ini realisasi terintegrasi semua kartu elektronik," katanya.
Simak Juga : Jadwal KA Logawa dan KA Mutiara Timur
Terpisah, VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa, memberikan pemakaian KMT di KRL tengah dalam proses perizinan Bank Indonesia (BI) supaya bisa dipakai menjadi uang elektronik serta bisa dipakai menjadi kartu elektronik waktu transaksi antarmoda transportasi.
"Sebetulnya telah terintegrasi dengan ada kartu elektronik dari bank-bank, akan tetapi memang kartu KRL seperti KMT belumlah bisa dipakai antarmoda transportasi. Kami masih tetap proses perizinan e-money ke BI," tutur Eva. Pemakaian KMT menjadi uang elektronik memang seharusnya mendapatkan kesepakatan dari BI. "Kami mesti mendapatkan izin terlebih dulu dari BI," katanya.
Selain itu, Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo, menyampaikan kartu elektronik untuk pemakai bus Transjakarta telah memakai kartu elektronik yang terintegrasi dengan KRL. Diluar itu, juga pembayaran di tol serta bahkan juga pembayaran di gerai-gerai berbelanja.
Baca Juga : Harga Tiket KA Mutiara Timur dengan Jadwal KA Mutiara Timur
"Transjakarta telah terintegrasi. Kartu yang dipakai pelanggan Transjakarta dapat digunakan untuk KRL, transaksi di tol serta bahkan juga gerai berbelanja," tutur Wibowo.
Dia menyampaikan, beberapa halte yang sekarang ini dibongkar merupakan sisi dari penambahan kemampuan pemakai serta service yang dikerjakan Transjakarta. "Tidak ada halte yang dibongkar, yang ada merupakan penambahan kemampuan serta service," katanya. Walau demikian, katanya, service bus Transjakarta masih normal seperti biasa.
No comments:
Post a Comment